Latest Post
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
13.09
YASINNI.COM. Kandungan kalorinya yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh memang
cocok kalau dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun, ada khasiat yang lebih
istimewa: kurma bisa menurunkan risiko serangan stroke berkat tingginya
kalium yang dikandungnya.
Kurma Mencegah Serangan Stroke
Written By Unknown on Kamis, 18 September 2014 | 13.09
erva kurniawan 4:04 am on 4 Desember 2013 Permalink | Balas
YASINNI.COM. Kandungan kalorinya yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh memang
cocok kalau dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun, ada khasiat yang lebih
istimewa: kurma bisa menurunkan risiko serangan stroke berkat tingginya
kalium yang dikandungnya.
Buah-buahan dikenal sebagai sumber utama vitamin, terutama vitamin C
dan mineral. Sudah begitu, kandungan energi atau kalorinya pun rendah,
sebab lemak yang dikandungnya juga rendah.
Namun, ada pengecualian,
misalnya kurma. Kandungan lemak pada kurma juga bisa diabaikan. Namun,
karbohidratnya yang tinggi membuat buah ini bisa menyediakan energi yang
tinggi pula. Malah paling tinggi diantara keluarga besar buah-buahan.
Keunggulan lainnya, kurma mengandung zat gizi penting bagi fungsi tubuh,
terutama jantung dan pembuluh darah, yaitu kalium. Fungsi mineral ini
membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan kontraksi otot, serta
membantu mengatur tekanan darah.
Itulah sebabnya kurma menjadi istimewa. Apalagi, beberapa penelitian
membuktikan, makanan tinggi kalium bisa menurunkan risiko serangan
stroke.
Cukup Lima Butir Sehari..!
Dari penelitian terhadap pola makan yang dilakukan terhadap 859 orang
pria dan wanita berusia di atas 50 tahun di Kalifornia Utara, AS,
diketahui, perbedaan kecil konsentrasi kalium pada pola makan bisa
memprediksi mereka yang diperkirakan berpeluang meninggal akibat stroke
12 tahun kemudian. Tak ada seorang pun yang asupan kaliumnya paling
tinggi (lebih dari 3.500 mg setiap hari) meninggal akibat stroke.
Sebaliknya, orang yang secara teratur mengonsumsi kalium paling
rendah (kurang dari 1.950 mg setiap hari) mempunyai risiko stroke fatal
jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Di antara mereka yang
konsumsi kaliumnya paling rendah, harapan meninggal akibat stroke 2,6
kali pada pria dan 4,8 kali pada wanita.
Makin banyak makanan kaya
kalium yang dikonsumsi biasanya makin kecil kemungkinan orang menderita
stroke. Para peneliti menyimpulkan dengan hanya makan satu porsi ekstra
makanan kaya kalium (minimal 400 mg setiap hari) risiko fatal bisa
diturunkan sampai 40%. Batas krisis 400 mg kalium itu mudah sekali Anda
penuhi dengan makan kurma kering sekitar 65 g saja, atau setara dengan
lima butir kurma.
Makanan tinggi kalium, menurut Dr. Louis Tobian, Jr.,
pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University AS, juga bisa
membantu menurunkan tekanan darah serta bisa memberi kekuatan tambahan
dalam mencegah stroke secara langsung, bagaimana pun kondisi tekanan
darah seseorang.
Untuk membuktikan hal itu, Dr. Tobian melakukan
eksperimen pada dua kelompok tikus yang terserang hipertensi. Satu
kelompok tikus diberi diet tinggi kalium dan kelompok lain diet kalium
normal. Hasilnya luar biasa. Diantara kelompok tikus yang mendapat
asupan kalium tinggi, tak satu pun mengalami perdarahan otak. Sementara
40% pada kelompok tikus yang mendapat kalium normal menderita stroke
ringan yang dibuktikan dengan adanya perdarahan otak.
Dari hasil penelitian itu, Dr Tobian menarik kesimpulan, konsumsi
ekstra kalium bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi
normal. Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat
tekanan darah.
Jadi jelas, kurma yang secara tradisional disuguhka sebagai salah
satu hidangan untuk berbuka puasa di Bulan Ramadhan, bukan makanan
pembuka yang biasa. Diam-diam ia menyimpan senjata potensial antistroke
dan antiserangan jantung. Meski demikian, untuk memastikan dampak
positif kurma, aagknya masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui
penelitian.
Memiliki Aktivitas Seperti Aspirin
Selain kalium yang berguna bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah,
kurma juga mengandung salisilat. Zat ini, dikenal sebagai bahan baku
aspirin, obat pengurang atau penghilang rasa sakit dan demam.
Salisilat bersifat mencegah pembukan darah, antiinflamasi, dan
berdampak melenyapkan rasa nyeri. Kecuali itu, menurut Nurfi Afriansyah,
staf peneliti KIE Gizi Puslitbang Gizi Bogor, seperti dikutip
Ayahbunda, salisilat juga bisa mempengaruhi prostaglandin (kelompok asam
lemak hidroksida yang merangsang kontraksi otot polos, menurunkan
tekanan darah).
Sementara itu, Jean Carper lewat bukunya Food,Your
Miracle Medicine menyatakan kurma mempunyai aktivitas seperti aspirin.
Kurma kering , katanya, sangat tinggi kandungan salisilat alias aspirin
alaminya. Buah ceri, prune dan kismis kering yang juga kaya akan kalium
ikut beruntung karena mereka juga mengandung salisilat.
Orang yang peka
dengan aspirin, kalau menyantap makanan mengandung salisilat, akan
bereaksi mirip dengan orang minum aspirin. Karena itu, pakar kesehatan
yang mendalami alergi biasanya akan mewanti-wanti mereka yang peka
terhadap aspirin supaya menjauhi makanan mengandung salisilat, termasuk
kurma.
Di lain pihak, para pakar tergugah rasa ingin tahunya terhadap
perkembangan bahwa salisilat pada makanan bisa memberikan prestasi yang
sama dengan minum aspirin. Memang, ada studi yang membuktikan, aspirin
reguler dosis rendah (kurang atau separuh dosis yang biasa diminum per
hari) sanggup membantu mencegah serangan jantung atau stroke.
Berdasarkan hal itu, para pakar mengharapkan, dosis rendah salisilat
dalam makanan yang dikonsumsi secara kontinyu bisa juga meredakan sakit
kepala.
Komposisi Gizi
Buah kurma bisa disantap langsung, dalam keadaan kering atau segar.
Disamping itu, juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai hidangan seperti
aneka produk roti, permen, es krim, selada dan sirup.
Di negeri Arab kurma bahkan mendapat tempat yang cukup baik di
masyarakat.
Buah berbentuk silinder dengan biji beralur tunggal ini
biasanya dikonsumsi bersama hasil olahan susu. Nilai gizi utama yang
diandalkan memang kandungan karbohidrat sederhananya, alias gulanya,
yang tinggi.
Kandungan karbohidratnya berkisar dari sekitar 60% pada
kurma lembek (yang dipanen sewaktu masih lembek dan mentah) hingga
sekitar 70% pada kurma kering (yang mengering di pohon, terjemur
matahari)
Kebanyakan varietas kurma mengandung gula glukosa (jenis gula yang
ada dalam darah) atau fruktosa (jenis gula yang terdapat dalam sebagian
besar buah-buahan). Namun, satu varietasnya yang bernama Deglet Noor
yang tumbuh di Kalifornia hanya mengandung gula sukrosa (dikenal juga
sebagai gula pasir).
Menurut dr. Anwar El Mufti dari Mesir, seperti
dikutip harian “Buana Minggu”, kurma mengandung zat gula 70%. Sebagian
besar zat gula yang terdapat di dalamnya sudah diolah secara alami dan
tidak berbahaya bagi kesehatan.
Seperti halnya gula pada buah-buahan
yang dinamai fruktosa, zat ini mudah dicerna dan mudah dibakar oleh
tubuh. Dengan demikian akan menghasilkan tenaga yang tinggi, tanpa
mempersulit tubuh untuk mnegolah, mencerna, dan menjadikannya sebagai
gizi yang baik.
Itu sebabnya mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk
hidangan berbuka puasa ataupun sahur. Segelas air yang mengandung
glukosa, menurut Dr. David Conning, direktur jenderal British Nutrition
Foundation, seperti dikutip Panasea, akan diserap tubuh dalam 20-30
menit, tetapi gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam
tempo 45-60 menit.
Makanya, orang yang makan cukup banyak kurma pada
waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar, sebab bahan pangan ini
juga kaya akan serat. Keunggulan kurma lainnya mengandung berbagai
vitamin penting, seperti vitamin A, tiamin, dan riboflavin dalam jumlah
yang bisa diandalkan, serta niasin dan kalium dalam jumlah yang sangat
andal. Selain itu, buah ini ternyata juga memuat berbagai zat gizi lain
seperti zat besi, vitaminB, asam nikotinat serta serat (bukan zat gizi)
dalam jumlah memadai.
Dalam setiap 100 g kurma kering terkandung vitamin A 50 IU, tiamin
0,09 mg, riboflavin 0,10 mg, niasin 2,20 mg, serta kalium 666 mg.
Zat-zat gizi itu berfungsi membantu melepaskan energi, menjaga kulit dan
saraf agar tetap sehat serta penting untuk fungsi jantung.
Riboflavin dan niasin. Misalnya, akan membantu melepaskan energi
dari makanan, sementara tiamin membantu melepaskan energi dari
karbohidrat. Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam membentuk dan
memelihara kulit yang sehat.
Tiamin penting bagi sel-sel saraf,
sementara niasin menjaga fungsi normal saraf. Kurma juga mengandung
banyak mineral penting , seperti magnesium, potasium dan kalsium.
Mineral-mineral itu sangat diperlukan oleh tubuh. Serat yang terdapat
dalam kurmaberfungsi melunakkan usus dan mengaktifkannya, yang secara
alami bisa mempermudah buang air besar. Dalam kurma juga terdapat
semacam hormon (potuchsin) yang bisa menciutkan pembuluh darah dalam
rahim, sehingga bisa mencegah perdarahan rahim. Selamat berpuasa…… Wassalamualaikum.wr.wb.
Label:
KESEHATAN
12.52
YASINNI.COM. Sayuran taoge, jenis apa pun, baik taoge kacang hijau, taoge kedelai,
taoge alfalfa, maupun jenis taoge lainnya, mengandung banyak sekali
senyawa fitokimiawi berkhasiat. Salah satunya kanavanin (canavanine),
jenis asam amino bahan penyusun arginin yang paling banyak tersimpan
dalam taoge alfafa. Kanavin, menurut sejumlah penelitian, mampu
melumpuhkan bibit kanker leukimia, usus besar dan pankreas. Estrogen
alami yang terdapat dalam taoge befungsi sama dengan estrogen sintetis,
tapi yang ini tanpa efek sampingan. Estrogen dalam taoge secara nyata
dapat meningkatkan kepadatan dan susunan tulang, serta mencegah rapuh
tulang (osteoporosis). Rajin makan taoge membantu wanita terhindar dari
kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi (premenstrual syndrome,
PMS), keluhan semburat panas ( hot flashes), pramenopause, dan gangguan
akibat menopause. Ketika biji-bijian dan kacang-kacangan dikecambahkan,
secara umum kadar saponinnya menanjak 450 persen. Saponin paling
banyak ditemukan dalam taoge alfalfa. Para penyandang risiko stroke dan
serangan jantung, gara-gara kadar lemak darah melambung, dianjurkan
lebih banyak menyantap taoge. Saponin dalam taoge, akan menggelontor
‘lemak jahat’ LDL, tanpa mengganggu kandungan ‘lemak baik’ HDL.
Taoge, Melawan Kanker, Mencegah Stroke
YASINNI.COM. Sayuran taoge, jenis apa pun, baik taoge kacang hijau, taoge kedelai,
taoge alfalfa, maupun jenis taoge lainnya, mengandung banyak sekali
senyawa fitokimiawi berkhasiat. Salah satunya kanavanin (canavanine),
jenis asam amino bahan penyusun arginin yang paling banyak tersimpan
dalam taoge alfafa. Kanavin, menurut sejumlah penelitian, mampu
melumpuhkan bibit kanker leukimia, usus besar dan pankreas. Estrogen
alami yang terdapat dalam taoge befungsi sama dengan estrogen sintetis,
tapi yang ini tanpa efek sampingan. Estrogen dalam taoge secara nyata
dapat meningkatkan kepadatan dan susunan tulang, serta mencegah rapuh
tulang (osteoporosis). Rajin makan taoge membantu wanita terhindar dari
kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi (premenstrual syndrome,
PMS), keluhan semburat panas ( hot flashes), pramenopause, dan gangguan
akibat menopause. Ketika biji-bijian dan kacang-kacangan dikecambahkan,
secara umum kadar saponinnya menanjak 450 persen. Saponin paling
banyak ditemukan dalam taoge alfalfa. Para penyandang risiko stroke dan
serangan jantung, gara-gara kadar lemak darah melambung, dianjurkan
lebih banyak menyantap taoge. Saponin dalam taoge, akan menggelontor
‘lemak jahat’ LDL, tanpa mengganggu kandungan ‘lemak baik’ HDL.
Setelah melalui sejumlah percobaan dengan binatang, saponin taoge
diketahui dapat membangkitkan sistem kekebalan tubuh, dengan cara
menggenjot aktivitas sel pembuluh alami, (natural killer cells),
khususnya sel T-limfosit dan interferon. Selain sarat DNA, taoge padat
zat antioksidan kuat yang membentangi tubuh dari radikal bebas perusak
sel DNA. Perlindungan ganda inilah yang menguatkan kesimpulan taoge
merupakan sayuran yang membuat kita ‘lahir kembali’, menjadi lebih muda.
Taoge kedelai, menurut James Dukes, Ph.D., peneliti dan ahli botani
dari Departemen Pertanian AS, kaya senyawa antikanker lainnya, kerja
genistein lebih efektif ketika benih kanker sudah mulai bersemi. Karena
pada saat itulah genistein akan bekerja giat mengacaukan pasokan makanan
bagi sel-sel kanker, sehingga mereka akhirnya mati. Namun Duke
mengingatkan, hendaklah pasien wanita pengidap kanker payudara yang
tengah menjalani terapi pengobatan dengan tamoxifen membatasi konsumsi
taoge, apalagi yang tamoxifen. Artinya, taoge hanya perlu dibatasi jika
kita menderita jenis tumor atau kanker yang berkaitan dengan estrogen.
Anda selalu kembung setiap kali makan kacang-kacangan? Itu pertanda
Anda sensitif terhadap oligosakarida, satu jenis karbohidrat kompleks
yang ada dalam kacang-kacangan. Guna mendapatkan gizi kacang-kacangan
tanpa kembung, taoge bisa jadi jalan keluar. Pengecambahan telah
menguraikan 90 persen rantai oligisakarida menjadi karbohidrat
sederhana, sehingga senyawa tersebut mudah diserap tubuh, tanpa
menghasilkan gas.
Karena mengandung banyak serat dan air, taoge membantu pengurasan
kotoran dalam usus besar. Hal ini menjadi kekuatan ganda taoge dalam
memerangi kanker. Dengan mendorong kotoran segera meninggalkan usus
besar, tak ada lagi zat-zat racun dalam kotoran yang dapat diserap
tubuh. Dan ini mencegah menumpuknya zat racun, yang dapat merangsang
berseminya benih kanker. Nah, jika demikian faktanya, masihkan kita
meremehkan taoge?
***
Sumber: Majalah Nirmala
Label:
KESEHATAN
12.49
Mengonsumsi Babi Menggampangkan Perselingkuhan
Oleh: Rusilanti, Dosen Universitas Negeri Jakarta
YASINNI.COM. Salma, seorang murid SD, bangga menceritakan kepada ibu gurunya tentang bakmi yang dimakannya kemarin bersama teman-temannya. ”Rasanya enak, gurih, baunya tajam, merangsang nafsu makan,” kisahnya, menjawab pertanyaan guru.
Sang guru pun menasihatinya agar berhati-hati dalam memilih restauran. Dengan rasa seperti itu, demikian bu guru menasihati, tak mustahil bakmi itu menggunakan minyak babi. Dengan polos Salma bertanya, ”mengapa Allah mengharamkan babi, meski itu hanya minyaknya?”
Akhirnya dengan bijaksana sang guru menerangkan. Alkisah, seperti diriwayatkan Ibnu Majjah di Kitab ash-shahabah, dari ‘Abdullah bin Jabalah bin Hibban bin Hajar, dari bapaknya, yang bersumber dari datuknya (Hibban bin Hajar), dikemukakan bahwa ketika Hibban sedang menggodok daging bangkai, Rasulullah ada bersamanya.
Maka turunlah ayat ini (Q.S. 5 Al- Maidah: 3) yang artinya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya , dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.
Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu adalah kefasikan).
Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Seketika itu juga Hiban membuang rebusan bangkai tersebut. Dalam hal ini haramnya bangkai disetarakan dengan haramnya babi.
Bila ditinjau dari segi komposisi gizinya, daging babi mirip daging lainnya, misalnya, dalam 100 gr daging babi mengandung protein cukup tinggi yaitu 11,9 gr untuk daging babi gemuk dan 14,1 gr sedikit di bawah daging sapi. Kandungan lemaknya menempati urutan tertinggi bila dibandingkan dengan hewan lain, yaitu 45 gr untuk daging babi gemuk dan 35 gr pada daging babi kurus.
Dari berat pasaran babi, rataannya adalah 108 kg didapat 83 kg karkas yang terdiri dari 15,5 kg lemak (lard). Kandungan lemak daging dapat mempengaruhi akumulasi kolagen daging, karena akumulasi lemak dapat melarutkan dan menurunkan kolagen daging. Lemak babi (lard) mengandung 41 persen lemak jenuh, dimana dalam 1 sendok makan lemak babi (lard) terdapat 12 mg kolesterol.
Kadar kolesterol yang tinggi ini dapat mengakibatkan penyakit arterosklerosis, jantung koroner, penyempitan pembuluh darah pada arteri otak yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Konsumsi lemak yang terlalu tinggi juga memicu berbagai jenis penyakit kanker. Kandungan niasin, ribovlavin dan Fe cukup tinggi, namun sedikit kandungan Ca dan tidak mengandung vitamin A dan D.
Mesti diakui, ada komponen dari babi yang bermanfaat, bagi industri makanan, obat dan kosmetik. Komponen itu gelatin, lard, rened, dan insulin. Gelatin dan lard ini banyak digunakan karena karakter lemak babi memiliki kekhasan dibandingkan lemak dari daging lainnya.
Kendati demikian, ditilik dari kandungan lemak babi yang tinggi, justru membuat lemak babi ini beharga murah. Ini jika dibandingkan dengan lemak sapi. Tak mengherankan, tak sedikit pengusaha menggunakan lemak babi, karena perhitungan ekonomis.
Di sisi lain, pada industri makanan suka menggunakan minyak dan lemak babi, karena berfungsi sebagai penghantar panas, menambah cita rasa, mengempukkan produk akhir dan memperbaiki tekstur makanan. Gelatin, misalkan, digunakan untuk meratakan kekentalan sirop dan kecap. Juga diperlukan pada pembuatan agar-agar dan es krim agar kenyal dan lembut.
Begitupun untuk pembuatan permen. Rened berfungsi memisahkan lemak dan protein pada proses pembuatan keju. Pada industri obat gelatin digunakan sebagai emulgator yang biasanya digunakan sebagai bahan penolong atau tambahan pada jenis obat kapsul, tablet, emulsi, pil, dan obat dalam lainnya. Sedangkan pada industri kosmetika, lemak babi digunakan misalnya dalam produk lipstik.
Kendati memiliki ragam manfaat, mengonsumsi babi lebih banyak mudharatnya.
Salah satu contohnya dari konsep perilaku manusia. Prof KH Ibrahim Hosen — yang disitir oleh Thobieb Al-Asyhar dalam bukunya “Bahaya makanan haram bagi kesehatan jasmani dan kesucian rohani” — menyingkapkan, mereka yang gemar mengonsumsi babi cenderung rasa cemburunya relatif rendah.
Rendahnya rasa cemburu ini seperti sifat babi sendiri. Yaitu minim sifat malu dan hilangnya kepedulian terhadap sesama. Tak ayal, mereka yang terbiasa dan gemar makan babi, tidak mudah cemburu bahkan ketika pasangan hidupnya selingkuh.
Penelitian lain pun menyingkapkan, terjadinya penurunan intelektual dari orang yang secara kontinu makan babi, dapat juga menyebabkan lemahnya kepekaan terhadap kehormatan diri (harga diri).
Lantas, bagaimana dengan makanan halal yang diperoleh secara haram? Tentu tetap berpengaruh pada sikap mental manusia. Masalah halal bukan saja terletak pada dzatnya namun juga pada proses dan prosedur pembuatannya. Makanan yang halal mencerminkan jiwa bersih. Jasmani pun segar sehingga menumbuhkan ketenteraman dan kekhusyuan dalam beribadah.
Berkait pengharaman babi, selain aspek ilmu pengetahuan, juga terutama karena aspek keimanan. Pelarangan mengonsumsi babi menjadi barometer ketaatan orang-orang yang beriman akan godaan-godaan. Dengan mengonsumsi makanan halal, berarti konsisten dengan kesepakatan kita dengan Allah pada saat ditiupkan-Nya ruh ke dalam kandungan ibu kita.
Demikian pentingnya makanan halal tercermin dalam Hadis berikut “Barang siapa berusaha atas keluarganya dari barang halalnya, maka ia seperti orang yang berjuang di jalan Allah. Dan barang siapa menuntut dunia akan barang halal dalam penjagaan, maka ia berada di dalam derajat orang-orang yang mati syahid” (HR. Thabrani dari abu Hurairah).
Dengan demikian, kita wajib mendapatkan makanan halal, baik cara mendapatkannya, barang (dzatnya), maupun proses produksinya. Ini mengingat barang halal bila tercampur dengan haram, maka hukumnya haram menurut tinjauan fikih. Berkaitan dengan itu, perlu upaya menyelamatkan umat Islam dari terkonsumsinya komponen babi di dalam produk makanan, obat, serta kosmetik yang dibelinya. Peran pemerintah dalam pemberian Label Halal tentu menjadi alternatif tanpa harus memberatkan konsumen.
***
Dari Sahabat
YASINNI.COM. Salma, seorang murid SD, bangga menceritakan kepada ibu gurunya tentang bakmi yang dimakannya kemarin bersama teman-temannya. ”Rasanya enak, gurih, baunya tajam, merangsang nafsu makan,” kisahnya, menjawab pertanyaan guru.
Sang guru pun menasihatinya agar berhati-hati dalam memilih restauran. Dengan rasa seperti itu, demikian bu guru menasihati, tak mustahil bakmi itu menggunakan minyak babi. Dengan polos Salma bertanya, ”mengapa Allah mengharamkan babi, meski itu hanya minyaknya?”
Akhirnya dengan bijaksana sang guru menerangkan. Alkisah, seperti diriwayatkan Ibnu Majjah di Kitab ash-shahabah, dari ‘Abdullah bin Jabalah bin Hibban bin Hajar, dari bapaknya, yang bersumber dari datuknya (Hibban bin Hajar), dikemukakan bahwa ketika Hibban sedang menggodok daging bangkai, Rasulullah ada bersamanya.
Maka turunlah ayat ini (Q.S. 5 Al- Maidah: 3) yang artinya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya , dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.
Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu adalah kefasikan).
Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Seketika itu juga Hiban membuang rebusan bangkai tersebut. Dalam hal ini haramnya bangkai disetarakan dengan haramnya babi.
Bila ditinjau dari segi komposisi gizinya, daging babi mirip daging lainnya, misalnya, dalam 100 gr daging babi mengandung protein cukup tinggi yaitu 11,9 gr untuk daging babi gemuk dan 14,1 gr sedikit di bawah daging sapi. Kandungan lemaknya menempati urutan tertinggi bila dibandingkan dengan hewan lain, yaitu 45 gr untuk daging babi gemuk dan 35 gr pada daging babi kurus.
Dari berat pasaran babi, rataannya adalah 108 kg didapat 83 kg karkas yang terdiri dari 15,5 kg lemak (lard). Kandungan lemak daging dapat mempengaruhi akumulasi kolagen daging, karena akumulasi lemak dapat melarutkan dan menurunkan kolagen daging. Lemak babi (lard) mengandung 41 persen lemak jenuh, dimana dalam 1 sendok makan lemak babi (lard) terdapat 12 mg kolesterol.
Kadar kolesterol yang tinggi ini dapat mengakibatkan penyakit arterosklerosis, jantung koroner, penyempitan pembuluh darah pada arteri otak yang dapat menyebabkan terjadinya stroke. Konsumsi lemak yang terlalu tinggi juga memicu berbagai jenis penyakit kanker. Kandungan niasin, ribovlavin dan Fe cukup tinggi, namun sedikit kandungan Ca dan tidak mengandung vitamin A dan D.
Mesti diakui, ada komponen dari babi yang bermanfaat, bagi industri makanan, obat dan kosmetik. Komponen itu gelatin, lard, rened, dan insulin. Gelatin dan lard ini banyak digunakan karena karakter lemak babi memiliki kekhasan dibandingkan lemak dari daging lainnya.
Kendati demikian, ditilik dari kandungan lemak babi yang tinggi, justru membuat lemak babi ini beharga murah. Ini jika dibandingkan dengan lemak sapi. Tak mengherankan, tak sedikit pengusaha menggunakan lemak babi, karena perhitungan ekonomis.
Di sisi lain, pada industri makanan suka menggunakan minyak dan lemak babi, karena berfungsi sebagai penghantar panas, menambah cita rasa, mengempukkan produk akhir dan memperbaiki tekstur makanan. Gelatin, misalkan, digunakan untuk meratakan kekentalan sirop dan kecap. Juga diperlukan pada pembuatan agar-agar dan es krim agar kenyal dan lembut.
Begitupun untuk pembuatan permen. Rened berfungsi memisahkan lemak dan protein pada proses pembuatan keju. Pada industri obat gelatin digunakan sebagai emulgator yang biasanya digunakan sebagai bahan penolong atau tambahan pada jenis obat kapsul, tablet, emulsi, pil, dan obat dalam lainnya. Sedangkan pada industri kosmetika, lemak babi digunakan misalnya dalam produk lipstik.
Kendati memiliki ragam manfaat, mengonsumsi babi lebih banyak mudharatnya.
Salah satu contohnya dari konsep perilaku manusia. Prof KH Ibrahim Hosen — yang disitir oleh Thobieb Al-Asyhar dalam bukunya “Bahaya makanan haram bagi kesehatan jasmani dan kesucian rohani” — menyingkapkan, mereka yang gemar mengonsumsi babi cenderung rasa cemburunya relatif rendah.
Rendahnya rasa cemburu ini seperti sifat babi sendiri. Yaitu minim sifat malu dan hilangnya kepedulian terhadap sesama. Tak ayal, mereka yang terbiasa dan gemar makan babi, tidak mudah cemburu bahkan ketika pasangan hidupnya selingkuh.
Penelitian lain pun menyingkapkan, terjadinya penurunan intelektual dari orang yang secara kontinu makan babi, dapat juga menyebabkan lemahnya kepekaan terhadap kehormatan diri (harga diri).
Lantas, bagaimana dengan makanan halal yang diperoleh secara haram? Tentu tetap berpengaruh pada sikap mental manusia. Masalah halal bukan saja terletak pada dzatnya namun juga pada proses dan prosedur pembuatannya. Makanan yang halal mencerminkan jiwa bersih. Jasmani pun segar sehingga menumbuhkan ketenteraman dan kekhusyuan dalam beribadah.
Berkait pengharaman babi, selain aspek ilmu pengetahuan, juga terutama karena aspek keimanan. Pelarangan mengonsumsi babi menjadi barometer ketaatan orang-orang yang beriman akan godaan-godaan. Dengan mengonsumsi makanan halal, berarti konsisten dengan kesepakatan kita dengan Allah pada saat ditiupkan-Nya ruh ke dalam kandungan ibu kita.
Demikian pentingnya makanan halal tercermin dalam Hadis berikut “Barang siapa berusaha atas keluarganya dari barang halalnya, maka ia seperti orang yang berjuang di jalan Allah. Dan barang siapa menuntut dunia akan barang halal dalam penjagaan, maka ia berada di dalam derajat orang-orang yang mati syahid” (HR. Thabrani dari abu Hurairah).
Dengan demikian, kita wajib mendapatkan makanan halal, baik cara mendapatkannya, barang (dzatnya), maupun proses produksinya. Ini mengingat barang halal bila tercampur dengan haram, maka hukumnya haram menurut tinjauan fikih. Berkaitan dengan itu, perlu upaya menyelamatkan umat Islam dari terkonsumsinya komponen babi di dalam produk makanan, obat, serta kosmetik yang dibelinya. Peran pemerintah dalam pemberian Label Halal tentu menjadi alternatif tanpa harus memberatkan konsumen.
***
Dari Sahabat
Label:
KESEHATAN
12.37
YASINNI.COM. Saat ini sedang ada wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang
dan lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi
dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu
merajalela.
Saya akan beritahu anda mengapa kita menghadapi masalah yang serius ini. Saat ini banyak orang menggunakan pemanis buatan. Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang memberitakan bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan.
Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas. Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi. Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan di produk-produk pengganti gula.
Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh Anda bertambah karena ini dapat membuat anda kecanduan Karbohidrat. Membuat berat tubuh anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat mengubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita karena penyakit parkinson.
Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsinya untuk jangka waktu yang lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal.
Bila ada produk yang mengklaim bahwa produk itu bebas gula, anda sudah tahu bahwa hal ini mengandung Aspartame. Jangan mengkonsumsi produk tersebut. Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent EX**A J**S ! Pada kemasan tertulis : Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB]
Beritahukan semua orang yang anda kenal akan bahaya dari produk yang mengandung Aspartame.
***
Dari Sahabat
Aspartame: Pembunuh Yang Manis
YASINNI.COM. Saat ini sedang ada wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang
dan lupus. Kebanyakan orang tidak mengerti mengapa wabah ini terjadi
dan mereka tidak mengetahui mengapa penyakit-penyakit ini begitu
merajalela.Saya akan beritahu anda mengapa kita menghadapi masalah yang serius ini. Saat ini banyak orang menggunakan pemanis buatan. Mereka melakukan ini karena iklan di televisi yang memberitakan bahwa gula itu tidak baik buat kesehatan mereka. Hal ini memang benar sekali. Gula itu merupakan racun bagi tubuh kita, akan tetapi, apa yang orang-orang gunakan sebagai pengganti gula, lebih mematikan.
Apa yang saya maksudkan di sini adalah Aspartame. Ini adalah biang wabah yang disebutkan di atas. Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan kimia bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi. Hal ini juga dapat dijumpai pada produk pemanis buatan seperti Nutra Sweet, Equal, dan Spoonful; dan ini banyak digunakan di produk-produk pengganti gula.
Aspartame dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh Anda bertambah karena ini dapat membuat anda kecanduan Karbohidrat. Membuat berat tubuh anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh Aspartame. Aspartame adalah bahan kimia beracun yang dapat mengubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita karena penyakit parkinson.
Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsinya untuk jangka waktu yang lama atas produk yang mengandung Aspartame ini, karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal.
Bila ada produk yang mengklaim bahwa produk itu bebas gula, anda sudah tahu bahwa hal ini mengandung Aspartame. Jangan mengkonsumsi produk tersebut. Salah satu minuman suplemen yang mengandung ASPARTAME adalah serbuk effervescent EX**A J**S ! Pada kemasan tertulis : Mengandung Aspartame 0,06% [ADI 40 mg/kg BB]
Beritahukan semua orang yang anda kenal akan bahaya dari produk yang mengandung Aspartame.
***
Dari Sahabat
Label:
KESEHATAN
12.31
YASINNI.COM. Anda pasti sering mendengar kata jamur. Tapi, tahukah anda, jamur adalah organisme yang terdiri dari satu sel tunggal yang ukurannya kecil sekali, sekitar 2 mikrometer. Tapi ada juga lho yang besar, ya sekitar 1 meter, seperti pada jamur kayu. Alat berkembang biak jamur adalah spora yang bentuk, ukuran, dan warnanya bervariasi.
Nah, penyakit yang disebabkan oleh jamur ini dapat terjadi pada permukaan kulit, didalam kulit, dan jaringan didalam tubuh. Ada empat macam jamur yang menyebabkan infeksi kulit, yaitu tinea versicolor yang menyebabkan panu, tinea nigra, piedra hitam, dan piedra putih. Penderita biasanya mengeluh gatal-gatal pada kulit yang terkena jenis jamur ini. Tapi, sering juga terjadi akibat pemakaian kosmetik yang salah. Dan ini yang paling mengganggu.
Kalau penyakit jamur yang menyerang kulit disebut mikosis kulit atau ringworm. Jamur jenis ini menyerang semua lapisan kulit, rambut, dan kuku. Daerah yang terkena menjadi gatal dan nyeri dan tentu saja mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, bisa terjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri sehingga kulit bernanah.
Jenis penyakit jamur lainnya adalah :
Jadi, hati-hati dengan jamur. OK?!
***
Dari Sahabat
Jamur dan Penyakitnya
YASINNI.COM. Anda pasti sering mendengar kata jamur. Tapi, tahukah anda, jamur adalah organisme yang terdiri dari satu sel tunggal yang ukurannya kecil sekali, sekitar 2 mikrometer. Tapi ada juga lho yang besar, ya sekitar 1 meter, seperti pada jamur kayu. Alat berkembang biak jamur adalah spora yang bentuk, ukuran, dan warnanya bervariasi.
Nah, penyakit yang disebabkan oleh jamur ini dapat terjadi pada permukaan kulit, didalam kulit, dan jaringan didalam tubuh. Ada empat macam jamur yang menyebabkan infeksi kulit, yaitu tinea versicolor yang menyebabkan panu, tinea nigra, piedra hitam, dan piedra putih. Penderita biasanya mengeluh gatal-gatal pada kulit yang terkena jenis jamur ini. Tapi, sering juga terjadi akibat pemakaian kosmetik yang salah. Dan ini yang paling mengganggu.
Kalau penyakit jamur yang menyerang kulit disebut mikosis kulit atau ringworm. Jamur jenis ini menyerang semua lapisan kulit, rambut, dan kuku. Daerah yang terkena menjadi gatal dan nyeri dan tentu saja mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, bisa terjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri sehingga kulit bernanah.
Jenis penyakit jamur lainnya adalah :
- Blastomyces dermatitids
- Coccidiodes immits
- Histoplasma capsulatum, dan…
- Paracoccidioides brasiliensis.
Jadi, hati-hati dengan jamur. OK?!
***
Dari Sahabat
Label:
KESEHATAN
12.19
Inilah 10 Teladan Pola Makan Sehat Cara Rasulullah
YASINNI.COM. Mengawali artikel ini, perlu kita mengingat kembali Firman Allah Subhanahu wa ta’ala yang terjemahannya;
“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (al-Ahzab [33]: 21).
Dalam berbagai aktivitas dan pola kehidupan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam memang sudah dirancang oleh Allah subhaanahu wa ta’ala sebagai contoh teladan yang baik (uswah hasanah) bagi semua manusia.
Teladan ini mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk dalam hal pola makan yang bermuara pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tak ternilai harganya. Ketika nikmat kesehatan dicabut oleh Allah subhaanahu wa ta’ala, maka manusia rela mencari pengobatan dengan biaya yang mahal bahkan ke tempat yang jauh sekalipun.
Sayangnya, hanya sedikit orang yang peduli dan memelihara nikmat kesehatan yang Allah subhaanahu wa ta’ala telah anugerahkan sebelum dicabut kembali oleh-Nya.
Karena Allah telah menegaskan kepada kita bahwa Beliau (Rasulullah) adalah teladan, inilah teladan yg bisa kita ikut bagaimana pola makan Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasalam agar sehat dan berkah dan mendapatkan amal.
Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail.
Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh.
Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :
“Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari no. 6412).
Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda,
“Nikmat yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah ketika dikatakan kepadanya, “Bukankah Aku telah menyehatkan badanmu serta memberimu minum dengan air yang menyegarkan?” (HR. Tirmidzi: 3358. dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani).
Menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi, dalam bukunya “Panduan Diet ala Rasulullah”, kesehatan sering dilupakan, padahal ia seakan-akan bisa diumpamakan sebagai mahkota indah di atas kepala orang-orang sehat yang tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.
Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam. Beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.
Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.
Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Pola makan seringkali dikaitkan dengan pengobatan karena makanan merupakan penentu proses metabolisme pada tubuh kita.
Pakar kesehatan selama ini mengenal dua bentuk pengobatan yaitu pengobatan sebelum terjangkit penyakit atau preventif (ath thib Al wiqo’i) dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al’ilaji).
Dengan mencontoh pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza).
Hal itu jauh lebih baik dan murah daripada harus berhubungan dengan obat-obat kimia senyawa sintetik yang hakikatnya adalah racun, berbeda dengan pengobatan alamiah Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam melalui makanan dengan senyawa kimia organik.
Beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:
1. Di pagi hari, Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut merupakan organ yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.
2. Di pagi hari pula Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa.
Dalam Al Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
“Sesungguhnya Rasulullah saw minum air zamzam sambil berdiri. “(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Husyaim, dari `Ashim al Ahwal dan sebagainya,dari Sya’bi, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)
“Sesungguhnya Rasulullah saw menarik napas tiga kali pada bejana bila Beliau minum. Beliau bersabda : “Cara seperti ini lebih menyenangkan dan menimbulkan kepuasan.” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad,keduanya menerima dari `Abdul Warits bin Sa’id, dari Abi `Ashim, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
“Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.
Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar.
Racun yang tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma.
Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun tersebut.
4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, di antaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.
Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
“Keluarga Nabi saw tidak pernah makan roti sya’ir sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga Rasulullah saw wafat.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
Sya’ir, khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “gandum” sedangkan sya’ir merupakan gandum yang paling rendah mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula dihaluskan untuk makanan manusia.
Roti yang terbuat dari sya’ir kurang baik mutunya sya’ir lebih dekat kepada jelai daripada gandum.
Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat.”Rasulullah saw. tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.” (Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari’Abdullah bin `Amr –Abu Ma’mar-,dari `Abdul Warits, dari Sa’id bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.)
“Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Saus yang paling enak adalah cuka.”
Abdullah bin `Abdurrahman berkata : “Saus yang paling enak adalah cuka.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar dan `Abdullah bin`Abdurrahman,keduanya menerima dari Yahya bin Hasan,dari Sulaiman bin Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
“Rasulullah saw bersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.” (Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)
5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut.
Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir deudanya mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
6. Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan salat.
7. Di samping menu wajib di atas, ada beberapa makanan yang disukai Rasulullah tetapi tidak rutin mengonsumsinya. Di antaranya, tsarid yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak.
Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian, beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).
“Nabi saw memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).” (Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id, dari ayahnya yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)
Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis) “Sesungguhnya Nabi saw memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)”(Diriwayatkan oleh Ubadah bin `Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
8. Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam sering menyempatkan diri untuk berolah raga. Terkadang beliau berolah raga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan istri tercintanya, Aisyah radiyallahu’anha.
9. Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari, beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.
10. Pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).
Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Inilah yang disebut dengan siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food Combining (FC).
Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain:
- Jangan minum susu bersama makan daging.
- Jangan makan ayam bersama minum susu.
- Jangan makan ikan bersama telur.
- Jangan makan ikan bersama daun salad.
- Jangan minum susu bersama cuka.
- Jangan makan buah bersama minum susu
Demikianlah Pola makan Rasulullah, semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Wassalam.
“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (al-Ahzab [33]: 21).
Dalam berbagai aktivitas dan pola kehidupan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam memang sudah dirancang oleh Allah subhaanahu wa ta’ala sebagai contoh teladan yang baik (uswah hasanah) bagi semua manusia.
Teladan ini mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk dalam hal pola makan yang bermuara pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tak ternilai harganya. Ketika nikmat kesehatan dicabut oleh Allah subhaanahu wa ta’ala, maka manusia rela mencari pengobatan dengan biaya yang mahal bahkan ke tempat yang jauh sekalipun.
Sayangnya, hanya sedikit orang yang peduli dan memelihara nikmat kesehatan yang Allah subhaanahu wa ta’ala telah anugerahkan sebelum dicabut kembali oleh-Nya.
Karena Allah telah menegaskan kepada kita bahwa Beliau (Rasulullah) adalah teladan, inilah teladan yg bisa kita ikut bagaimana pola makan Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasalam agar sehat dan berkah dan mendapatkan amal.
Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail.
Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh.
Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :
“Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari no. 6412).
Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda,
“Nikmat yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah ketika dikatakan kepadanya, “Bukankah Aku telah menyehatkan badanmu serta memberimu minum dengan air yang menyegarkan?” (HR. Tirmidzi: 3358. dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani).
Menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi, dalam bukunya “Panduan Diet ala Rasulullah”, kesehatan sering dilupakan, padahal ia seakan-akan bisa diumpamakan sebagai mahkota indah di atas kepala orang-orang sehat yang tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.
Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam. Beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.
Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.
Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Pola makan seringkali dikaitkan dengan pengobatan karena makanan merupakan penentu proses metabolisme pada tubuh kita.
Pakar kesehatan selama ini mengenal dua bentuk pengobatan yaitu pengobatan sebelum terjangkit penyakit atau preventif (ath thib Al wiqo’i) dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al’ilaji).
Dengan mencontoh pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza).
Hal itu jauh lebih baik dan murah daripada harus berhubungan dengan obat-obat kimia senyawa sintetik yang hakikatnya adalah racun, berbeda dengan pengobatan alamiah Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam melalui makanan dengan senyawa kimia organik.
Beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:
1. Di pagi hari, Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut merupakan organ yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.
2. Di pagi hari pula Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa.
Dalam Al Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
“Sesungguhnya Rasulullah saw minum air zamzam sambil berdiri. “(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Husyaim, dari `Ashim al Ahwal dan sebagainya,dari Sya’bi, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)
“Sesungguhnya Rasulullah saw menarik napas tiga kali pada bejana bila Beliau minum. Beliau bersabda : “Cara seperti ini lebih menyenangkan dan menimbulkan kepuasan.” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad,keduanya menerima dari `Abdul Warits bin Sa’id, dari Abi `Ashim, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)
“Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.
Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar.
Racun yang tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma.
Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun tersebut.
4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, di antaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.
Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
“Keluarga Nabi saw tidak pernah makan roti sya’ir sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga Rasulullah saw wafat.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
Sya’ir, khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “gandum” sedangkan sya’ir merupakan gandum yang paling rendah mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula dihaluskan untuk makanan manusia.
Roti yang terbuat dari sya’ir kurang baik mutunya sya’ir lebih dekat kepada jelai daripada gandum.
Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat.”Rasulullah saw. tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.” (Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari’Abdullah bin `Amr –Abu Ma’mar-,dari `Abdul Warits, dari Sa’id bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.)
“Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Saus yang paling enak adalah cuka.”
Abdullah bin `Abdurrahman berkata : “Saus yang paling enak adalah cuka.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar dan `Abdullah bin`Abdurrahman,keduanya menerima dari Yahya bin Hasan,dari Sulaiman bin Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
“Rasulullah saw bersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.” (Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)
5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut.
Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir deudanya mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
6. Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan salat.
7. Di samping menu wajib di atas, ada beberapa makanan yang disukai Rasulullah tetapi tidak rutin mengonsumsinya. Di antaranya, tsarid yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak.
Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian, beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).
“Nabi saw memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).” (Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id, dari ayahnya yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)
Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis) “Sesungguhnya Nabi saw memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)”(Diriwayatkan oleh Ubadah bin `Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)
8. Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam sering menyempatkan diri untuk berolah raga. Terkadang beliau berolah raga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan istri tercintanya, Aisyah radiyallahu’anha.
9. Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari, beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.
10. Pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa salam ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).
Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Inilah yang disebut dengan siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food Combining (FC).
Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain:
- Jangan minum susu bersama makan daging.
- Jangan makan ayam bersama minum susu.
- Jangan makan ikan bersama telur.
- Jangan makan ikan bersama daun salad.
- Jangan minum susu bersama cuka.
- Jangan makan buah bersama minum susu
Demikianlah Pola makan Rasulullah, semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Wassalam.
Label:
KESEHATAN

